07 April 2008

Tragedi Ujungberung

Liburan kemarin menyisakan cerita dan kejadian lucu tapi sekaligus menyebalkan.

Ceritanya begini. Karena salah satu teman kantor saya, Lia, akan mengadakan resepsi pernikahan di Bandung, jadi saya dan teman2 lainnya, Ika Zi, Alis, Dony, Yudhi, dan Andhi berangkat ke Bandung Jumat malam dengan menumpang mobil pacar Ika. Sepanjang perjalanan kami sedikit terjebak macet karena ada kecelakaan di beberapa titik. Ada bis yang terperosok, ada juga truk yang terjerembab. Sekitar jam 12 malam, kami tiba di rumah saya. Berhubung mobilnya agak panjang, garasi tidak dikunci.

Sabtu (5/4) pagi kami baru saja mau berangkat. Kami mencari sandal dan sepatu yang kami simpan di garasi. Ternyata nggak ada. Saya tanya ke saudara saya, siapa tau dia merapikan ke tempat lain. Ternyata nggak. Waaahhh.... ternyata semua sandal dan sepatu kami hilang :'( kecuali punya Ika. Akhirnya kami berangkat dengan bertelanjang kaki, sambil mampir ke pasar swalayan untuk beli sandal jepit. Kasian teman2 saya. Apalagi Dony, sepatu Fila-nya hilang. Lengkap dengan kaus kakinya. Istighfar. Mungkin masih kurang amal.
Kami berencana ke Kawah Putih dan Situ Patenggang. Tapi karena tragedi tadi, juga karena macet gara2 berangkat terlalu siang, kami baru sampai di Kawah Putih jam setengah 3 sore. Di sana hujan dan diselimuti kabut tebal, jadinya nggak bisa foto2. Mana saya sampai sesak nafas karena saking dinginnya udara. Ditemani bajigur dan Nasi Pepes Ikan, kami berfoto2 sambil menunggu hujan. Begitu reda, kami kembali lagi ke Kawah Putih. Mumpung kabutnya lagi pergi. Akhirnya setelah berpuas2 foto2 di sana (sampai2 melebihi batas waktu yang kami tentukan sendiri) kami langsung pulang karena harus mengejar acara kawinan Lia. Situ Patenggang pun nggak jadi kami datangi. Sepanjang perjalanan, anehnya, kami disuguhi pemandangan mengerikan. Ada tiga kecelakaan motor. Rata2 memang nggak pakai helm sih, makanya ada ibu2 yang jatuh dari motor di daerah Soreang langsung berdarah2. Bapak2 di daerah Rancabali tabrakan sama Toyota Alphard. Ngeri deh pokoknya.
Sampai di rumah sekitar jam 19.15, saya nggak langsung siap2. Ternyata, tragedi berlanjut. Rumah saya yang memang atapnya banyak yang bocor ternyata membuat tas saya dan Andhi kebasahan. Alhasil, kami harus menyetrika dulu baju dan celana. Andhi malah kaos kakinya ikut basah. Akhirnya dengan segala ketergesaan, kami sampai di resepsi jam 20.07. Senangnya, karena berarti kami masih kebagian makanan :p Setelah dari kawinan, kami ke Sierra untuk menghabiskan malam. Kan sayang, anak2 pas lagi banyak dan pada ngumpul. Menjelang tutup, kami langsung meluncur ke rumah saya untuk mengambil barang2 kami, karena kami berniat menginap di rumah Bunga. Eits, bukan karena trauma dengan tragedi hari itu, tapi benar2 karena ingin mencari suasana baru.

Minggu (6/4) pagi kami sarapan di sekitar Istiqomah. Nasi timbel langganan saya entah sudah pindah ke mana. Tapi yang penting, tetap enak sih. Dari sana, Bunga tercetus ide untuk foto2 di Yonas. Kami meluncurlah ke sana. Fotonya baru jadi minggu depan sih. Nanti diupload deh.
Dari sana, kami ke stasiun untuk beli tiket Parahyangan kelas bisnis yang sudah bisa didapat hanya dengan 20 ribu rupiah. setelah itu kami ke Kartika Sari untuk membeli oleh2. Sambil menunggu keberangkatan, kami hanya makan Batagor Riri di Kebon Kawung dan window shopping ke Factory Outlet. Begitu saatnya kami naik kereta, nggak berapa lama kami langsung ngorok. Kecapekan semua. Hihihihi.... Yah, mempersiapkan fisik untuk ke kantor lagi (again..!!) besok harinya :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Sedikit pendiam, perfeksionis, dan ingin menebar kebaikan buat orang sekitar