Hmm...
Kalo dipikir2, udah sebulanan ini saya lembur terus. Sampe2 nge-blog udah jarang :p
Tapi iya lho. Kemaren kan sibuk nyelesaiin model Balance of Payments. Jeda seminggu, saya dinas ke Sydney. Pulang dari sana, saya langsung ikut workshop Data Panel di kantor. Termasuk weekend dan sampe malem pula. Habis itu, diserang habis2an dengan kerjaan yang mepet. Tugas rutin saya untuk bikin buku Indonesian Economic Outlook setahun dua kali untuk edisi kali ini dipercepat jadi akhir Juli (dari yang biasanya akhir Agustus). Artinya dari sejak pelatihan data panel, saya dan tim di sini cuma punya waktu kurang lebih 2-3 minggu aja untuk nyelesaiin buku itu. Kebayang kan padatnya. Mulai dari minta data ke BPS, studi literatur untuk riset yang disisipkan di buku itu, bikin bahan tayangan untuk tingkat biro, belum lagi, interpretasi model yang kita bikin. Pheww.... Melelahkan dan padat, tapi saya bener2 seneng lho. Nggak tau kenapa. Tapi kalo nggak banyak kerja rasanya gimannaaa gitu. Kalo kerja gini, sampe malem (kecuali kalo udah nikah lain cerita :p), dan ada produknya yang tidak mengecewakan, rasanya bangga. Bisa memberi sesuatu buat kantor dan bangsa pastinya :)
Bos saya bilang, nanti begitu kerjaan ini selesai, kita bebas mau ambil cuti kapan, ke mana aja terserah (pastinya tetep di koridor ketentuan yang berlaku). Yippiieee.... Can't wait ^_^
31 Juli 2008
22 Juli 2008
Long time no see
Akhirnya bisa nulis blog lagi. Udah lama nggak nulis rasanya kangen juga. Banyak cerita juga yang terjadi selama saya nggak nulis. Yang jelas, seperti manusia2 lain, saya selain menjalani rutinitas, juga menemui banyak hal baru dan mengesankan setiap harinya.
Yang paling berkesan dalam bulan ini, my very first time going abroad :)
Saya ke Australia untuk menghadiri seminar mengenai perdagangan Asia Pasifik di Sydney, 14-15 Juli lalu. Awalnya sih Kepala Biro saya, Pak Wijoyo, yang akan presentasi mewakili kantor.
Ternyata, tanpa diduga, hanya beberapa jam setelah kami tiba di sana pada Minggu siang, beliau mendapat kabar kalau ayahandanya meninggal dunia. Alhasil, dia langsung pulang lagi ke Indonesia. Karena acara seperti tidak mungkin ditinggalkan begitu saja, akhirnya saya diminta untuk menggantikan dia presentasi keesokan harinya.
Alhamdulillah dengan pertolongan Alloh SWT saya bisa menjalani misi tersebut dengan baik. Pengalaman baru, pertama ke luar negeri sendiri (karena jadwal penerbangan saya dengan Kepala Biro beda), presentasi dalam bahasa Inggris sendirian mewakili institusi negara. Wow.... sensasi luar biasa deh pokoknya.
Hari kedua seminar, saya nggak ikutan, soalnya pas hari Minggu nggak sempet jalan2 :p Akhirnya saya memutuskan untuk mulai jalan2 jam 7 pagi, pas matahari baru terbit, di musim dingin begini. Saya jalan kaki ke downtown melewati taman Victoria Park, terus sampai Circular Quay. Di sana saya melihat berbagai objek menarik di Sydney, mulai dari Sydney Opera House, Harbour Bridge, sampai Luna Park di Miller's Point. Kesan saya selama traveling ke sana... Hmm.. Bersih, tertib, disiplin, maju, dan segudang kata lainnya yang berasosiasi dengan itu :D
Oia, cari makanan halal di sana agak sulit. Di pusat kota untung ada Cafe Kasturi, punya orang Malaysia. Dia ada di sudut jalan George St. dan Valentine St. Nggak terlalu jauh dari Railway Square kok.
Kesulitan yang saya temui selama di sana kayaknya cuma makanan dan udara dingin :p Saya padahal udah persiapan bawa lotion supaya kulit nggak kering. Tapi nggak ngaruh. Sampai di Bali pas transit menuju pulang ke Jakarta, kulit pecah2.
Beberapa saran saya kalau mau bepergian ke luar negeri berdasarkan pengalaman:
Jangan bawa benda berbentuk cair, liquid, aerosol dan sejenisnya melebihi 100 ml per kemasan dan jangan melebihi 1 liter secara total; bawa koper yang besar tapi isi dengan barang seefisien mungkin karena siapa tau bakal banyak bawa oleh2, apalagi batas max bagasi 20 kg saja; bawa lotion setiap kali pergi keluar rumah; cari informasi sebanyak2nya tentang tempat wisata, akses transportasi massal, toko souvenir, peta kota, juga mesjid, jadwal sholat dan restoran halal bagi yang muslim; kalau bisa sudah punya kartu kredit untuk memudahkan berbagai transaksi keuangan di sana; jangan lupa untuk menukarkan rupiah dengan mata uang negara tujuan di Indonesia, karena jatuhnya lebih murah daripada kita beli di sana; jangan lupa untuk bawa travel adapter (colokan listrik untuk berbagai bentuk) karena seringkali tempat colokan listrik beda banget sama di Indonesia; dan satu lagi, jangan lupa daftarkan nomor ponsel kita untuk international roaming.
Nanti kalo ada tips lain, saya kasih tau lagi :)
Yang paling berkesan dalam bulan ini, my very first time going abroad :)
Saya ke Australia untuk menghadiri seminar mengenai perdagangan Asia Pasifik di Sydney, 14-15 Juli lalu. Awalnya sih Kepala Biro saya, Pak Wijoyo, yang akan presentasi mewakili kantor.
Ternyata, tanpa diduga, hanya beberapa jam setelah kami tiba di sana pada Minggu siang, beliau mendapat kabar kalau ayahandanya meninggal dunia. Alhasil, dia langsung pulang lagi ke Indonesia. Karena acara seperti tidak mungkin ditinggalkan begitu saja, akhirnya saya diminta untuk menggantikan dia presentasi keesokan harinya.
Alhamdulillah dengan pertolongan Alloh SWT saya bisa menjalani misi tersebut dengan baik. Pengalaman baru, pertama ke luar negeri sendiri (karena jadwal penerbangan saya dengan Kepala Biro beda), presentasi dalam bahasa Inggris sendirian mewakili institusi negara. Wow.... sensasi luar biasa deh pokoknya.
Hari kedua seminar, saya nggak ikutan, soalnya pas hari Minggu nggak sempet jalan2 :p Akhirnya saya memutuskan untuk mulai jalan2 jam 7 pagi, pas matahari baru terbit, di musim dingin begini. Saya jalan kaki ke downtown melewati taman Victoria Park, terus sampai Circular Quay. Di sana saya melihat berbagai objek menarik di Sydney, mulai dari Sydney Opera House, Harbour Bridge, sampai Luna Park di Miller's Point. Kesan saya selama traveling ke sana... Hmm.. Bersih, tertib, disiplin, maju, dan segudang kata lainnya yang berasosiasi dengan itu :D
Oia, cari makanan halal di sana agak sulit. Di pusat kota untung ada Cafe Kasturi, punya orang Malaysia. Dia ada di sudut jalan George St. dan Valentine St. Nggak terlalu jauh dari Railway Square kok.
Kesulitan yang saya temui selama di sana kayaknya cuma makanan dan udara dingin :p Saya padahal udah persiapan bawa lotion supaya kulit nggak kering. Tapi nggak ngaruh. Sampai di Bali pas transit menuju pulang ke Jakarta, kulit pecah2.
Beberapa saran saya kalau mau bepergian ke luar negeri berdasarkan pengalaman:
Jangan bawa benda berbentuk cair, liquid, aerosol dan sejenisnya melebihi 100 ml per kemasan dan jangan melebihi 1 liter secara total; bawa koper yang besar tapi isi dengan barang seefisien mungkin karena siapa tau bakal banyak bawa oleh2, apalagi batas max bagasi 20 kg saja; bawa lotion setiap kali pergi keluar rumah; cari informasi sebanyak2nya tentang tempat wisata, akses transportasi massal, toko souvenir, peta kota, juga mesjid, jadwal sholat dan restoran halal bagi yang muslim; kalau bisa sudah punya kartu kredit untuk memudahkan berbagai transaksi keuangan di sana; jangan lupa untuk menukarkan rupiah dengan mata uang negara tujuan di Indonesia, karena jatuhnya lebih murah daripada kita beli di sana; jangan lupa untuk bawa travel adapter (colokan listrik untuk berbagai bentuk) karena seringkali tempat colokan listrik beda banget sama di Indonesia; dan satu lagi, jangan lupa daftarkan nomor ponsel kita untuk international roaming.
Nanti kalo ada tips lain, saya kasih tau lagi :)
18 Juni 2008
Kawinan
Hmm... Hari Sabtu (14/6) kemarin, saya menghadiri pernikahan mas Awan, kakaknya Latif. Bukan menghadiri, tapi ikut menyemarakkan tepatnya :) Saya diminta jadi pager bagus (kurang lebih begitu) selama acara berlangsung, termasuk Doni. Saya dimintai tolong ngeliat dekorasi gedung dinihari menjelang acara. Akhirnya saya ke Hotel Atlet Century Park di Senayan untuk menginap karena udah di-booking-in keluarganya Latif, lalu ke gedung sekitar jam 2 sampai jam setengah 4.
Capek dan ngantuk sih. Tapi seru deh, ngeliat proses menuju resepsi dengan segala detailnya yang harus diperhatikan. Kebayang ya nanti kalo nikah gimana repotnya :P
Singkat cerita, tibalah acara yang dinanti. Setelah antri untuk dipakaikan beskap, akhirnya saya siap menjalankan misi. Karena bingung harus ngapain (dan nggak di-brief sebelumnya harus ngapain) akhirnya saya berinisiatif jaga di depan sambil menyambut para tamu yang datang. Anyway, tau nggak? Acaranya meriah dan spektakuler lho menurut saya. Kenapa? Soalnya ada acara tariannya. Namanya apa ya? Kalo nggak salah Panembahan Pare Anom (maaf kalau salah). Penarinya bener2 nunjukin kalo ini adalah kawinan adat Jawa. Belum lagi pagelaran tari Gatotkaca. Sayang, karena saya jaga di depan, jadi saya nggak terlalu bisa melihat tariannya dengan jelas. FYI, mereka juga sebenernya kerabat dari Mangkunegaran II. Jadi, adat Jawa sangat kental terasa di sana. Warna dekorasi dan baju pengantin juga bernuansa hijau dan kuning, warna khas Mangkunegaran katanya. Duh, jadi pengen deh nikah pake adat Jawa pas resepsi nanti :D Tapi berhubung ada darah Padang, saya pengennya sih ada resepsi adat Minang juga.
Speaking of marriage, dua bulan ini sudah ada 4 pernikahan teman2, minggu depan ada 2, bulan depan ada 2 juga. Duh, kayaknya lagi musim kawin nih. Kapan nyusul ya? *wondering*
06 Juni 2008
Long journey ^_^
Weekend kemaren bener2 capek deh.
Hari Sabtu (31/5) saya ke Bandung. Begitu sampe sana sekitar jam 11 siang, saya langsung meluncur ke Pasar Baru. Seperti biasa. Kalo saya ke sana, pasti membawa misi, yaitu beli barang pesenan ibunda tercinta :) Setelah muter2, akhirnya saya dapet satu dari dua pesenan ibu. Setelah itu, saya ke Palaguna Nusantara untuk beli kosmetik pesenan ibu di tempat langganannya. Dari sana, saya meluncur ke daerah Braga. Awalnya sih mau nyari selimut pesenan ibu, tapi ternyata tokonya tutup (apa nggak ada ya? soalnya papan namanya udah nggak ada :p). Karena nggak dapet, saya langsung meluncur ke warung nasi timbel Suniaraja di Jl. Merdeka depan Hotel Panghegar persis. Selesai makan, saya ke Braga CitiWalk deh. Belanja
di Carrefour, secara saya punya voucher Rp.100.000 dan masa berlakunya sampe tgl 31/5 hihihi… Belanjanya mepet di hari terakhir. Yang penting kan vouchernya kepake :D
Dari sana, saya baru ketemuan sama adek saya , Iwan, dan pacarnya Fitri di CiWalk. Katanya sih mereka bareng temen2 Fitri. Tapi kami nggak ketemuan, karena teman2nya pada pengen jalan2 sendiri. Oia, di sana sempet muter2 bentar nyari kemeja dan celana buat acara di Bali. Tapi ternyata nggak ada yang bagus. Ya udah, akhirnya kami ke BSM. Di sana akhirnya nemu juga kemeja yang cocok. Mahal sih, tapi diskon jadi ga terlalu berat ngelepas duitnya :P Oia, di sana sempet maen Dance Revolution lho. Udah lama nggak maen. Jadi pengen deh punya game-nya. Ga berasa ternyata sampe malem kami di sana. Akhirnya kami cari tempat makan.
Iwan pengennya di Rumah Makan Sulawesi di Setiabudi. Ya udah, akhirnya kami ke sana. Waw, di sana ternyata ada lobster. Berhubung nggak pernah nyoba, saya pilih itu deh. Enak banget makanannya ternyata. Suasananya juga cozy. Suasana Sulawesi banget, lengkap dengan orang2 berlogat Makassar dan lagu2 khas Sulawesi. Selama makan, teman2 adek (Donna, Shenni, sama sapa satu lagi lupa :p) dateng menyusul ke restoran setelah mereka muter2 sekitar Bandung seharian. But anyway, pas mau bayar, saya baru tau kalo harga lobsternya 300.000, lebih dari setengah total bill. Buseett…. Mahal amat. Tapi ya sudahlah. itu harga yang harus dibayar demi pengalaman makan lobster enak. Malam makin larut. Saya putusin untuk pulang, nggak ikut adek yang katanya masih mau nongkrong di Sierra, Dago Pakar. Maklum, orang kantoran, biasanya udah capek kerja duluan, jadinya biasanya jam 10 udah tidur. 
Hari Minggu (1/6) kami pergi lagi.sekarang giliran FO sekitaran Dago yang diobok2. Muter2 beberapa jam, saya akhirnya beli sandal Donatello. Maklum, sandalnya udah jelek. Saya sih emang gitu, kalo barang udah rusak banget, baru deh saya ganti yang baru :) Selesai belanja,
baru deh makan di Rumah Pasta sekitaran ITB. Saya baru pertama makan ke tempat itu. ternyata enak juga ya. Cuma sayang, saya pesennya medium karena ngiranya yang large bakal terlalu banyak porsinya, eh ternyata nggak tuh. Nyesel deh. Lain kali kalo makan di sana pesen yang large ah.
Hari makin sore, di sinilah awal rasa capek berasal. Iwan dan Fitri ngajakin saya pulang bareng ke Jakarta naek mobilny Donna. Nah, berhubung Iwan mau ambil barangnya dulu di Soreang, pergilah kami ke sana. Yah, namanya Soreang, pasti harus lewat Cibaduyut. Macet deh. Singkat cerita, sekitar setengah 8 malem baru sampe sana. Cabut dari sana ke Jakarta jam 8-an malem, sampe Cikampek untuk makan malem di Solaria sekitar jam 10 malem, sampe di kosan Fitri dan Shenni jam setengah 12 malem, sampe rumah Donna jam 12-an, sampe kosan jam 1 dinihari, selesai packing dan telp Blue Bird jam setengah 2. Tidur, bangun shubuh, langsung cabut jam setengah 6 ke bandara. Jam 7 check in, jam 8 take off deh. Sekitar jam 11.30 saya sampe di Ngurah Rai, Bali. Begitu sampai, saya langsung dijemput, diantar ke Hotel Conrad, Tanjung Benoa-Nusa Dua. Beres2 bentar, langsung kerja. Di tengah2 kerjaan, saya disuruh mem-back up temen kantor, mas Ferry, untuk jemput tamu2 asing di bandara karena jadwal kedatangan mereka berdekatan. Alhasil, saya harus menjemput tamu2 asing sampe jam 12 malem. Fiuh, kebayang kan? Hehehe… tapiiii…. Asik banget lho jemput tamu2 asing itu. Selain kenal orang baru dari luar negeri, saya juga seneng karena bisa praktik bahasa Inggris secara langsung. Dan ternyata, mereka tuh ramah2 dan baek2 banget lho. Apalagi Jepang dan Korea. Saya sempet ngobrol panjang lebar sama Nobuyuki Oda dan Jong Shik Lee. Cerita2 mereka sangat menyenangkan. Jadi pengen deh maen ke sana. Oia, di akhir hari penyelenggaraan workshop, saya mengantar Mr. Lee dan istrinya ke bandara. Mereka secara mengejutkan ngasih souvenir koin Korea. Waaahh…. Seneng banget. Terharu deh. Saya nggak nyangka aja. Duh, baik banget ya mereka itu. saya bener2 sangat terkesan dengan mereka. Saya jadi tau rasanya dibahagiakan. Jadi terpacu nih buat ngebahagiain orang lain. semoga saya dimampukan ya ^_^
Saya baru tau juga, kalo ternyata apa yang sudah menjadi tugas saya, begitu pelaksanaannya belum tentu sesuai. Saya yang tadinya ditugasin ngerjain administrasi dan koordinator tour, malah jadi LO seharian. Jadi koordinator tournya gagal karena apa coba? Ketinggalan bus karena sholat dulu :p tapi yah, apapun itu, Alhamdulillah acaranya sukses dan berjalan dengan baik. Kekurangan dan kekecewaan pasti ada, tapi nggak sebanding dengan hasil dan kepuasan yang dicapai. Seneng deh…
Hari Rabu (4/6) pas saya ketinggalan acara tour, saya akhirnya jalan2 sendirian di seputar Kuta. Niat mau liat sunset, ternyata ketutupan awan, kecewa deh. Tapi rasa kecewanya terobati, karena akhirnya saya tau kayak apa sih Poppies Lane dan Tugu Bali Bombing itu. Karena lapar, saya cepat2 pulang ke hotel untuk ikut dengan sebagian rombongan untuk menuju Jimbaran, tempat acara makan malam dengan tamu2 asing itu berlangsung. Saya naik taksi dari Jl. Tuban deket Joger, sampe ke Hotel Conrad habis 55 ribu. Emang sih pas buka pintu argonya 5000 kayak di Jakarta, tapi ternyata tarifnya 4000/km, sedangkan di Jakarta Blue Bird aja 2500/km. mending sewa mobil aja kalo mau jalan2 lama dan nggak terlalu kepepet. Ada kok yang nyewain 170 ribu per hari.
Setelah kerja yang melelahkan, akhirnya pulang juga kemaren siang. Selesai beres2, tidur deh seharian hihihihi… hmm… kapan ya ke Bali lagi? Tapi liburan, bukan kerja hehehe...
Hari Sabtu (31/5) saya ke Bandung. Begitu sampe sana sekitar jam 11 siang, saya langsung meluncur ke Pasar Baru. Seperti biasa. Kalo saya ke sana, pasti membawa misi, yaitu beli barang pesenan ibunda tercinta :) Setelah muter2, akhirnya saya dapet satu dari dua pesenan ibu. Setelah itu, saya ke Palaguna Nusantara untuk beli kosmetik pesenan ibu di tempat langganannya. Dari sana, saya meluncur ke daerah Braga. Awalnya sih mau nyari selimut pesenan ibu, tapi ternyata tokonya tutup (apa nggak ada ya? soalnya papan namanya udah nggak ada :p). Karena nggak dapet, saya langsung meluncur ke warung nasi timbel Suniaraja di Jl. Merdeka depan Hotel Panghegar persis. Selesai makan, saya ke Braga CitiWalk deh. Belanja
Dari sana, saya baru ketemuan sama adek saya , Iwan, dan pacarnya Fitri di CiWalk. Katanya sih mereka bareng temen2 Fitri. Tapi kami nggak ketemuan, karena teman2nya pada pengen jalan2 sendiri. Oia, di sana sempet muter2 bentar nyari kemeja dan celana buat acara di Bali. Tapi ternyata nggak ada yang bagus. Ya udah, akhirnya kami ke BSM. Di sana akhirnya nemu juga kemeja yang cocok. Mahal sih, tapi diskon jadi ga terlalu berat ngelepas duitnya :P Oia, di sana sempet maen Dance Revolution lho. Udah lama nggak maen. Jadi pengen deh punya game-nya. Ga berasa ternyata sampe malem kami di sana. Akhirnya kami cari tempat makan.
Hari Minggu (1/6) kami pergi lagi.sekarang giliran FO sekitaran Dago yang diobok2. Muter2 beberapa jam, saya akhirnya beli sandal Donatello. Maklum, sandalnya udah jelek. Saya sih emang gitu, kalo barang udah rusak banget, baru deh saya ganti yang baru :) Selesai belanja,
Hari makin sore, di sinilah awal rasa capek berasal. Iwan dan Fitri ngajakin saya pulang bareng ke Jakarta naek mobilny Donna. Nah, berhubung Iwan mau ambil barangnya dulu di Soreang, pergilah kami ke sana. Yah, namanya Soreang, pasti harus lewat Cibaduyut. Macet deh. Singkat cerita, sekitar setengah 8 malem baru sampe sana. Cabut dari sana ke Jakarta jam 8-an malem, sampe Cikampek untuk makan malem di Solaria sekitar jam 10 malem, sampe di kosan Fitri dan Shenni jam setengah 12 malem, sampe rumah Donna jam 12-an, sampe kosan jam 1 dinihari, selesai packing dan telp Blue Bird jam setengah 2. Tidur, bangun shubuh, langsung cabut jam setengah 6 ke bandara. Jam 7 check in, jam 8 take off deh. Sekitar jam 11.30 saya sampe di Ngurah Rai, Bali. Begitu sampai, saya langsung dijemput, diantar ke Hotel Conrad, Tanjung Benoa-Nusa Dua. Beres2 bentar, langsung kerja. Di tengah2 kerjaan, saya disuruh mem-back up temen kantor, mas Ferry, untuk jemput tamu2 asing di bandara karena jadwal kedatangan mereka berdekatan. Alhasil, saya harus menjemput tamu2 asing sampe jam 12 malem. Fiuh, kebayang kan? Hehehe… tapiiii…. Asik banget lho jemput tamu2 asing itu. Selain kenal orang baru dari luar negeri, saya juga seneng karena bisa praktik bahasa Inggris secara langsung. Dan ternyata, mereka tuh ramah2 dan baek2 banget lho. Apalagi Jepang dan Korea. Saya sempet ngobrol panjang lebar sama Nobuyuki Oda dan Jong Shik Lee. Cerita2 mereka sangat menyenangkan. Jadi pengen deh maen ke sana. Oia, di akhir hari penyelenggaraan workshop, saya mengantar Mr. Lee dan istrinya ke bandara. Mereka secara mengejutkan ngasih souvenir koin Korea. Waaahh…. Seneng banget. Terharu deh. Saya nggak nyangka aja. Duh, baik banget ya mereka itu. saya bener2 sangat terkesan dengan mereka. Saya jadi tau rasanya dibahagiakan. Jadi terpacu nih buat ngebahagiain orang lain. semoga saya dimampukan ya ^_^
Saya baru tau juga, kalo ternyata apa yang sudah menjadi tugas saya, begitu pelaksanaannya belum tentu sesuai. Saya yang tadinya ditugasin ngerjain administrasi dan koordinator tour, malah jadi LO seharian. Jadi koordinator tournya gagal karena apa coba? Ketinggalan bus karena sholat dulu :p tapi yah, apapun itu, Alhamdulillah acaranya sukses dan berjalan dengan baik. Kekurangan dan kekecewaan pasti ada, tapi nggak sebanding dengan hasil dan kepuasan yang dicapai. Seneng deh…
Hari Rabu (4/6) pas saya ketinggalan acara tour, saya akhirnya jalan2 sendirian di seputar Kuta. Niat mau liat sunset, ternyata ketutupan awan, kecewa deh. Tapi rasa kecewanya terobati, karena akhirnya saya tau kayak apa sih Poppies Lane dan Tugu Bali Bombing itu. Karena lapar, saya cepat2 pulang ke hotel untuk ikut dengan sebagian rombongan untuk menuju Jimbaran, tempat acara makan malam dengan tamu2 asing itu berlangsung. Saya naik taksi dari Jl. Tuban deket Joger, sampe ke Hotel Conrad habis 55 ribu. Emang sih pas buka pintu argonya 5000 kayak di Jakarta, tapi ternyata tarifnya 4000/km, sedangkan di Jakarta Blue Bird aja 2500/km. mending sewa mobil aja kalo mau jalan2 lama dan nggak terlalu kepepet. Ada kok yang nyewain 170 ribu per hari.
Setelah kerja yang melelahkan, akhirnya pulang juga kemaren siang. Selesai beres2, tidur deh seharian hihihihi… hmm… kapan ya ke Bali lagi? Tapi liburan, bukan kerja hehehe...
26 Mei 2008
Hikmah di akhir pekan
Weekend kemarin lain dari biasanya. Luar biasa banyak hikmah yang bisa saya ambil.
Pertama. Jumat kemarin, Awalnya saya mau pulang ke Bandung karena udah lama ga nengok Papa. Tadinya kan Ihsan dan Ona mau ke Bandung juga. Makanya saya nggak pesen tiket travel. Ternyata pas siang, mereka bilang nggak jadi ke Bandung. Ya udah, akhirnya saya mulai berburu tiket. Apa daya, ternyata saya nggak dapet tiketnya. Akhirnya saya batal ke Bandung. Eh, nggak disangka, adik saya yang lagi pendidikan di Bandung SMS sore2, bilang kalo dia mendadak harus ke Jakarta karena ada janji dengan seniornya. Agak malem, kakak saya yang sedang pendidikan di Jakarta dan sama2 berencana nengok Papa SMS, bilang kalo Senin dia ujian, jadi dia batal ke Bandung. See?? Ada 3 hal yang membuat saya batal pergi ke Bandung. Ya udah, akhirnya saya memutuskan untuk pulang ke kosan dan nonton Indiana Jones di Setiabudi One sama anak2 kosan. Selesai nonton, saya SMS teman kuliah di Bandung, Defri. Awalnya saya janjian dengan dia juga. Dia rencana hari Sabtu wisuda. Dia minta saya datang. Apalagi keluarganya yang dari Aceh datang juga. Ternyata, tanpa diduga, dia bilang wisudanya ditunda dengan alasan yang tidak jelas dari pihak UNPADnya. Alloh emang sebaik2 perencana. Mungkin emang dari awal saya nggak di-set pergi ke Bandung. Hikmah yang bisa saya ambil, kalo misalnya rencana kita gagal, atau banyak hal yang menghambat kita dalam melaksanakan tujuan yang ingin kita capai, jangan mengeluh. Percayalah kalo itu insya Alloh yang terbaik buat kita. Bukan berarti kita pasrah dengan keadaan. yang penting kita ikhtiar aja dulu. Masalah jadi atau nggaknya, serahin ke Alloh aja.
Kedua. Hari Sabtu, saya, Ihsan, Alise dan pacarnya Erwin ke Mangga Dua dengan membawa misi membeli laptop. Hehehe. Akhirnya setelah muter2 sekitar 1 jam, Ihsan dan Alise beli Sony Vaio. Dikasih harga murah lho. Mungkin karena belinya sekaligus dua. Saya? Hmm... Yang saya cari ternyata nggak dijual di Indonesia. Akhirnya, saya harus survei ulang apa yang mau saya beli. Walaupun masih ragu2 mau beli yang tipe lain, tapi mau gimana lagi ya. Kayaknya agak2 urgent beli laptop nih. Soalnya perlu buat nge-run data di kosan kalau ada kerjaan mendesak. Oia, ada yang lucu. Jadi gini. Waktu Ihsan dan Alise mau bayar laptop dengan transfer via ATM, Ihsan ngeliat salah satu toko (mungkin toko satu-satunya) yang ngejual laptop Dell XPS M1330 yang dia cari selama ini. Sebelum beli Vaio itu kan dia muter2 sekitaran Mangga Dua untuk cari laptop itu. Karena nggak nemu, akhirnya dia memutuskan beli Vaio. Eh, malah nemu laptop idamannya di detik2 terakhir. Tapi karena udah terlanjur beli Vaio, akhirnya nggak dia ambil deh Dell-nya. Lucunya, Setelah Ihsan beli laptop Vaio, dia nawarin ke Yudhi yang juga lagi mau beli laptop. Eh, dibeli tuh. Akhirnya tercapailah keinginan Ihsan untuk beli Dell. Lucunya juga, malam harinya Ihsan nggak bisa tidur karena mikirin Dell itu. Dia bener2 nggak sabar pengen beli Dell secepatnya. akhirnya pagi2 saya dan Ihsan ke Mangga Dua lagi. Tapi ternyata tokonya tutup. Mau gimana lagi. Eits, perjuangan nggak berhenti sampai di situ. Hari Senin, Ihsan telp distributornya langsung. Guess what?! Ternyata emang barang2 di pasaran kosong karena minggu ini mau keluar seri baru. See...?? Emang semua kejadian udah diatur Alloh. Ada aja hambatannya buat Ihsan untuk beli Dell itu. Ternyata itu hikmah di balik kejadian itu.
Jadi, sebaik apapun rencana yang kita buat, kalo memang Alloh nggak berkenan dan Alloh sudah punya rencana sendiri (yang tentunya terbaik) buat kita, jangan mengeluh. Mungkin keliatan nggak bagus buat kita dan kita merasa nggak puas dengan itu. Tapi Alloh Mahatahu apa yang kita butuhkan.
Jadi, sebaik apapun rencana yang kita buat, kalo memang Alloh nggak berkenan dan Alloh sudah punya rencana sendiri (yang tentunya terbaik) buat kita, jangan mengeluh. Mungkin keliatan nggak bagus buat kita dan kita merasa nggak puas dengan itu. Tapi Alloh Mahatahu apa yang kita butuhkan.
22 Mei 2008
Sertijab GBI
Tadi siang, setelah pengucapan sumpah jabatan oleh Pak Boediono selaku Gubernur Bank Indonesia (GBI) yang baru di Mahkamah Agung, GBI lama Pak Burhanuddin Abdullah melakukan serah terima jabatan GBI di Ruang Chandra lantai 6, Gedung Kebon Sirih. Pak Burhan diizinkan meninggalkan ruang tahanan selama kurang lebih 2 jam untuk mengikuti prosesi tersebut. Tampak ratusan orang mengantri untuk memberi ucapan selamat pada GBI baru dan salam perpisahan pada GBI lama. Wartawan juga berjubel mengabadikan momen 5 tahun sekali itu.
Siang tadi, sambil melempar senyum, Pak Burhan bolak balik melihat jam tangannya. Mungkin dia khawatir akan melebihi dari waktu yang diberikan oleh KPK. Pak Burhan siang tadi tampak cerah dan segar, meskipun saya yakin beliau tidak demikian dalam hatinya. Terima kasih Pak Burhan atas kepemimpinan dan bimbingan beliau selama ini, sehingga BI dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Kami akan selalu mendoakan yang terbaik bagi Bapak. Amin.
Siang tadi, sambil melempar senyum, Pak Burhan bolak balik melihat jam tangannya. Mungkin dia khawatir akan melebihi dari waktu yang diberikan oleh KPK. Pak Burhan siang tadi tampak cerah dan segar, meskipun saya yakin beliau tidak demikian dalam hatinya. Terima kasih Pak Burhan atas kepemimpinan dan bimbingan beliau selama ini, sehingga BI dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Kami akan selalu mendoakan yang terbaik bagi Bapak. Amin.
21 Mei 2008
T-Rex Grand Indonesia
Selasa kemarin, bertepatan dengan libur Waisak, saya dan teman2 satu kosan lagi2 karaoke di T-Rex Grand Indonesia, lantai 3A. Kenapa 3A, bukan 4? Nggak tau juga ya. Tapi dari artikel yang pernah saya baca sih, kepercayaan orang Cina kalau 4 itu seperti angka 13-nya orang Barat. Well, apapun itu, saya yang sebelumnya mengantar adik saya ke X-Trans Travel di Blora sudah sampai di sana duluan, saya berinisiatif menunggu di depan Fountain show, walaupun saya nggak melihat apapun yang dipertunjukkan.
Ternyata tepat pukul 8, lampu tiba2 mati, dan pertunjukan spektakuler pun dimulai. Air menari2, dihiasi dengan lampu warna warni yang menyemarakkan pertunjukan. Diiringi musik klasik, penonton semakin terbawa suasana riang dari lagu2 tersebut. Pertunjukan berlangsung sekitar 10 menit. Applause panjang mengakhiri show itu. Hmm... ternyata keren juga. Baru pertama kali ini saya lihat. Ayo, yang lain, kalau pada penasaran, dateng aja. Nggak sia2 kok :)
Ternyata tepat pukul 8, lampu tiba2 mati, dan pertunjukan spektakuler pun dimulai. Air menari2, dihiasi dengan lampu warna warni yang menyemarakkan pertunjukan. Diiringi musik klasik, penonton semakin terbawa suasana riang dari lagu2 tersebut. Pertunjukan berlangsung sekitar 10 menit. Applause panjang mengakhiri show itu. Hmm... ternyata keren juga. Baru pertama kali ini saya lihat. Ayo, yang lain, kalau pada penasaran, dateng aja. Nggak sia2 kok :)
Langganan:
Postingan (Atom)
Mengenai Saya
- Oki Jelly
- Sedikit pendiam, perfeksionis, dan ingin menebar kebaikan buat orang sekitar