Kemarin malam sepulang dari kantor saya sempatkan nonton Ketika Cinta Bertasbih 2. Meskipun kemasannya seperti sinetron, tapi saya tetap nonton dengan harapan ceritanya mampu membawa pencerahan dan inspirasi. Ada beberapa yang bisa saya petik hikmahnya.
Pertama, ketika permintaan ibunda Azzam kepada ayahanda Anna untuk menjadi penceramah pada saat walimah Azzam sehingga mereka pulang dengan tangan hampa, ternyata kematian menjemput sang bunda tanpa diduga dan begitu cepat. Semua sudah tercatat di Lauhul Mahfudz, dan tidak ada seorangpun yang bisa mengelak darinya. Jangan sia2kan hidup di dunia yang singkat ini dengan perbuatan tercela.
Kedua, saat Azzam untuk kesekian kalinya gagal dalam berta'aruf untuk menjalankan separuh agamanya. Dengan niat ikhlas dan dukungan kuat dari keluarganya, Azzam tidak berputus asa mencari pasangan hidupnya. Itu memotivasi saya untuk melakukan hal yang sama. Bukan seperti sekarang, berkali2 mencoba membina hubungan tapi selalu gagal karena niat yang nggak ikhlas.
Ketiga, saat Furqon akhirnya memeriksakan dirinya berkali2 untuk memastikan bahwa dia memang tidak mengidap HIV, bertolak belakang dengan hasil tes ketika dia masih berada di Mesir. membuat saya harus benar2 menyaring informasi atau masukan dari orang sebelum kita percaya dan kita yakini kebenarannya.
Keempat, orang yang merasa dirinya tawadhu', maka sesungguhnya dia tergolong orang yang takabbur. Betapa halus iblis menjerat kita melakukan perbuatan tercela melalui perbuatan baik. Ini dikupas dalam kitab al-Hikam Ibnu Athaillah. Jadi pengen belajar dan tau lebih banyak isinya.
Sebenernya masih ada beberapa yang bisa dipetik, cuma rasanya empat hal ini yang berkesan sekali. Dari KCB 2, saya membuat target baru yang harus difokuskan saat ini, (1) nikah dan (2) pelajari agama lebih dalam lagi ^.^
30 September 2009
20 September 2009
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 Hijriyah
Allohu Akbar, Allohu Akbar, Allohu Akbar, Wa Lillahi Al Hamd
Alhamdulillah, setelah sebulan penuh kita berpuasa dan beribadah sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya di bulan yang penuh rahmah, barokah, dan maghfirah, akhirnya kita sambut hari kemenangan menyambutnya kembali fitrinya diri kita dengan penuh suka cita, teriring harapan dan doa semoga kita mencapai derajat taqwa. Amin.
Suasana yang agak berbeda saya rasakan pada lebaran kali ini. Saya nggak berlebaran dengan ibu dan saudara2 kandung. Kami hanya berhubungan lewat telpon saja. Tapi rasanya itu nggak mengurangi semangat kami untuk saling bermaafan.
Semoga dengan hati dan jiwa baru, kemenangan yang sesungguhnya dapat kita raih, yaitu bagaimana mewujudkan tempaan ibadah kita selama 1 bulan lalu mempengaruhi perilaku kita dalam 11 bulan ke depan. Semoga Alloh swt menyertai kita dengan ridhoNya. Amin.
Selamat Idul Fitri buat teman2 yang merayakan, maaf lahir batin ^_^
Alhamdulillah, setelah sebulan penuh kita berpuasa dan beribadah sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya di bulan yang penuh rahmah, barokah, dan maghfirah, akhirnya kita sambut hari kemenangan menyambutnya kembali fitrinya diri kita dengan penuh suka cita, teriring harapan dan doa semoga kita mencapai derajat taqwa. Amin.
Suasana yang agak berbeda saya rasakan pada lebaran kali ini. Saya nggak berlebaran dengan ibu dan saudara2 kandung. Kami hanya berhubungan lewat telpon saja. Tapi rasanya itu nggak mengurangi semangat kami untuk saling bermaafan.
Semoga dengan hati dan jiwa baru, kemenangan yang sesungguhnya dapat kita raih, yaitu bagaimana mewujudkan tempaan ibadah kita selama 1 bulan lalu mempengaruhi perilaku kita dalam 11 bulan ke depan. Semoga Alloh swt menyertai kita dengan ridhoNya. Amin.
Selamat Idul Fitri buat teman2 yang merayakan, maaf lahir batin ^_^
19 September 2009
I'm back..!!!
Setelah sekian lama vakum dari dunia blogging, akhirnya saya kembali lagi. Segudang hambatan bikin saya nggak sempet nge-blog lagi beberapa bulan terakhir ini. Mulai dari lembur, lupa, nggak ada akses internet di kosan gara2 laptop rusak, dan emang lagi kehilangan minat nulis hehehe..
Di penghujung bulan Ramadhan ini, saya nyoba untuk nulis lagi. Pengennya sih yang agak2 santai gitu ya bahasanya. Oia, saya baru aja install PC suite di netbook. Makanya ada akses internet meskipun lagi libur gini. Saya sempetin buka situs yang udah lama nggak saya kunjungi, termasuk blogger ini.
Bicara tentang Ramadhan, rasanya sedih udah mau ditinggal bulan yang suci dan mulia itu. Rasanya baru kemarin saya mengubah gaya hidup, mulai dari sholat tarawih, sahur, memperbanyak tadarus, rasa senang yang membuncah saat berbuka puasa, sampai rasa kantuk yang mendera di tengah hari karena kurang tidur. Tapi itulah seninya Ramadhan. Saat sudah mulai terbiasa dan senang dengan kebiasaan baru, tiba2 harus berubah lagi. Sedih...
Semoga rasa sedih itu malah memotivasi saya untuk tetap, bahkan lebih, membuat saya mempertahankan ibadah yang saya lakukan selama Ramadhan lalu. Ramadhan, terlalu indah untuk dilupakan. Semoga Alloh SWT mempertemukan saya sekeluarga dengan Ramadhan tahun depan dengan persiapan, semangat, motivasi, dan rasa haus akan ibadah yang lebih prima, mantap, dan baik. Amin.
Dalam menyambut hari kemenangan yang fitri bagi setiap insan muslim, saya ucapkan
"..Taqabbalallahu minna wa minkum, Shiamana wa shiamakum.."
Semoga iman kita semakin tebal, derajat taqwa ditinggikan, tali silaturahim dipererat, dan akhlak semakin dimuliakan.. Amin..
Di penghujung bulan Ramadhan ini, saya nyoba untuk nulis lagi. Pengennya sih yang agak2 santai gitu ya bahasanya. Oia, saya baru aja install PC suite di netbook. Makanya ada akses internet meskipun lagi libur gini. Saya sempetin buka situs yang udah lama nggak saya kunjungi, termasuk blogger ini.
Bicara tentang Ramadhan, rasanya sedih udah mau ditinggal bulan yang suci dan mulia itu. Rasanya baru kemarin saya mengubah gaya hidup, mulai dari sholat tarawih, sahur, memperbanyak tadarus, rasa senang yang membuncah saat berbuka puasa, sampai rasa kantuk yang mendera di tengah hari karena kurang tidur. Tapi itulah seninya Ramadhan. Saat sudah mulai terbiasa dan senang dengan kebiasaan baru, tiba2 harus berubah lagi. Sedih...
Semoga rasa sedih itu malah memotivasi saya untuk tetap, bahkan lebih, membuat saya mempertahankan ibadah yang saya lakukan selama Ramadhan lalu. Ramadhan, terlalu indah untuk dilupakan. Semoga Alloh SWT mempertemukan saya sekeluarga dengan Ramadhan tahun depan dengan persiapan, semangat, motivasi, dan rasa haus akan ibadah yang lebih prima, mantap, dan baik. Amin.
Dalam menyambut hari kemenangan yang fitri bagi setiap insan muslim, saya ucapkan
"..Taqabbalallahu minna wa minkum, Shiamana wa shiamakum.."
Semoga iman kita semakin tebal, derajat taqwa ditinggikan, tali silaturahim dipererat, dan akhlak semakin dimuliakan.. Amin..
08 Juni 2009
Papa Sakit
Rabu pagi (3/6) saya mendapat telpon dari ibu Gina, pengurus Panti Bunda tempat papa tinggal selama 3 tahun ini untuk mengabarkan bahwa papa harus dirawat di RS. Shock rasanya. Apalagi di saat itu juga, ibu Gina minta saya segera pulang. Dilema merangsek. Saya baru masuk kantor, sementara persiapan belum ada. Sembari menunggu keputusan dokter apakah Papa harus dirawat atau nggak, saya berusaha menenangkan diri. Sore saya dapat kabar kalau Papa akhirnya dirawat di RS Advent Bandung. Sayang saya harus lembur. Besok paginya, saya meluncur ke Bandung. Saya baru minta izin waktu di jalan via SMS hehehe.. Sampai di Bandung, saya langsung ke RS. Saya jaga papa 4 hari, sampai hari Minggu. Pas banget dokternya bilang Papa boleh pulang. Alhamdulillah nggak apa2. Papa mungkin shock karena jatuh terpeleset, jadi reaksi badannya yang memang sudah lemah karena stroke itu bikin Papa tambah lemah. Keluar dari RS alhamdulillah Papa udah jauh lebih baik. Semoga Papa senantiasa diberi kesehatan. Amin ^_^
01 Juni 2009
Dua hari di Surabaya
Dua hari kemarin saya dan beberapa teman, Alis, Andhi, Ihsan, Dony, Titi, Ona, dan Sapto pergi ke Surabaya untuk menghadiri resepsi pernikahan Asti. Untuk itu, saya mengorbankan teman selantai, mas Pandri, yang juga melakukan resepsi pada weekend kemarin. Tapi saya sudah minta maaf sebelumnya secara pribadi via SMS sekaligus menghaturkan doa semoga pernikahannya lancar dan segera dikaruniai momongan.
Hari pertama, kami berangkat dengan diliputi emosi hihihi.. Bukan apa-apa. Sebenarnya yang jadi pangkal persoalan adalah miskomunikasi antar-kami sendiri. Sebagian dari kami nggak tahu kalau taksi sudah dipesan dari sekitar jam 4 pagi, tapi sebagian kami yang lain beranggapan (karena nggak dikasih tau atau nggak mau nanya ;p) kalau berangkatnya jam 5. Alhasil, karena saling menunggu, kami berangkat di waktu yang terpisah. Alis, Andhi, Dony dan Sapto berangkat duluan karena jeng Alis nggak mau terlambat check-in. Lagian, di antara kami, cuma Alis yang nge-print tiketnya hehehe.. Jadi, dengan penuh inisiatif, Alis minta berangkat duluan. Saya, Ihsan dan Ona berangkat terakhir karena harus menjemput Titi dulu. Saya sampai di Terminal 3 sekitar pukul 6. Setelah check-in, sarapan sebentar, langsung boarding deh. Di pesawat, anak-anak tidur sementara saya baca jurnal. Setibanya di bandara, kami sudah dijemput Liana, the so-called mami Lili J Dengan mobilnya, mami Lili berbaik hati mengantar kami ke wisma Telkom, Green House, di kawasan Ketintang yang sudah dia pesan sebelumnya. Dari situ kami diajak sarapan ke Pecel Madiun nggak jauh dari wisma. Enak banget nasi pecelnya. Hmm.. yummy. Surprisingly, makanannya selain enak juga murah. Kami bersembilan hanya menghabiskan 80,500 rupiah, sudah termasuk minum. Kesan ini yang selalu saya temukan di beberapa kota di Jawa, antara lain Semarang, Solo, Yogya, dan Tegal.
Setelah sarapan, kami langsung dibawa ke museum House of Sampoerna. Di sana, dipaparkan secara lengkap mengenai sejarah pendiri PT. H.M. Sampoerna. Mulai dari datangnya sang pendiri dari daratan Cina ke Surabaya, meskipun harus terpisah dengan saudara perempuannya karena diadopsi keluarga Cina di Singapura akibat keterbatasan biaya. Singkat cerita, dengan ketekunannya, perusahaan yang dia dirikan mampu berkembang seperti sekarang ini.
Selepas dari museum, kami ke Jl. Anggrek untuk makan siang dengan menu spesial bebek goreng H. Slamet. Kata mami Lili, nggak lengkap rasanya kalau ke Surabaya belum nyoba bebek pak Slamet ini. Selesai makan, kami ke rumah saudara Ihsan yang masih terhitung mbahnya. Tapi lucunya, yang banyak ngobrol bukannya Ihsan tapi malah mami Lili, soalnya dulu kan mami Lili kerja di Telkom dan mbahnya Ihsan pegawai Telkom juga walaupun beda divisi gitu. Lebih lucunya lagi, mbah inget mami Lili tapi mami Lili nggak inget mbah, blas.. ;p
Selesai silaturahmi, kami pulang ke wisma karena pada capek. Lumayan bisa istirahat sekitar 2 jam. Jam 7 malam kami berangkat ke kawinan Asti di Graha Sativa, Bulog. Makanannya enak-enak lho. Kata mami Lili sih itu catering nomor 1 di Surabaya. Dari rencana 1 jam di resepsi, akhirnya kami bertahan di sana 2 jam, pada nggak tahan untuk makan, foto2, dan ngobrol2. Hehehe.. setelah rapat kecil di depan lobi gedung, kami memutuskan ke Tunjungan Plaza (TP). Kata mami Lili sih lagi ada diskon gede2an dalam rangka ultah Surabaya. Namanya Surabaya Shopping Festival. Akhirnya kami meluncur ke sana. Ternyata jalanan macet luar biasa. Sekitar 1 jam kemudian kami sampai di TP. Memang diskon sih, tapi ternyata barang2nya masih tetep mahal, dan masih kayak di Jakarta. Jadinya kami nggak belanja. Merasa nggak worthed dengan perjuangan kami menuju TP dengan macetnya yang luar biasa, akhirnya mami Lili dan mas Aji berusaha menghibur dengan mengajak ke GWalk sambil melewati Dolly. Hahaha.. Serius, saya baru tau apa itu Dolly. Yang mami bilang itu bener. Ternyata wanita2 itu dipajang layaknya ikan dalam aquarium. Alin sampai komentar, “walah, kok ono sing lemu” hihihi.. Nggak habis pikir. Kok bisa ada tempat sebebas itu dengan orang2 yang berseliweran dengan cueknya. Tapi itulah dunia ckckck.. Sesampainya di GWalk, kami makan2 sambil bercengkerama. Foto2 sebentar, pulang deh, soalnya kami semua kecapekan karena sudah pergi dari pagi.
Seperti diduga, kami semua bangun kesiangan karena pulang jam 2 dini hari, tapi Alhamdulillah sholat shubuh nggak telat hehehe… menjelang siang kami sarapan di seputaran Ketintang juga, lalu lanjut ke Waterpark di kawasan kota satelit. Atas saran mami Lili, kami beli tiket di pinggir jalan seharga Rp 50,000 per orang, selisih Rp 25,000 dari harga resmi yang dijual di loket. Lumayan lah penghematan. Dengan waktu yang tersisa menjelang pulang ke Jakarta, kami langsung berenang dan meluncur sepuasnya di hampir semua wahana yang ada. Hanya sekitar 1 jam kami berwisata air. Sekitar jam 1 siang, kami langsung tancap gas ke arah bandara Juanda untuk penerbangan jam 2.50. Saking ngegasnya, mobil sampai mau terguling hihihi.. Padahal udah ada peringatan kurangi kecepatan, tapi tetep aja digas. Aduh, sampe istighfar. Alhamdulillah nggak kenapa2. Sampai di bandara tepat jam 2, Alis check-in, eh ternyata jadwal penerbangan dimajukan. Jam 2.15 harus sudah boarding. Begitu ketemu mami Lili dan mas Aji, kami langsung pamitan. Dony yang memang sejak kemarin nggak bareng kami karena ada acara sendiri dengan temannya, hampir saja ketinggalan pesawat karena baru sampai bandara jam 2.20.
Yah, akhirnya kami tiba di Jakarta sore hari dengan kenangan tak terlupakan selama di Surabaya. Thanks to mami Lili and mas Aji for making our trip came true. Makasih banyak atas kebaikan dan kesabaran kalian yang tak terhingga, memungkinkan kami bisa menikmati Surabaya sedapat yang kami bisa dengan segala fasilitas, kemudahan, dan kenyamanan yang diberikan. Semoga Alloh SWT membalas kebaikan kalian. Amin ya robbal ‘alamin.
Makasih ya teman2 atas waktunya yang menyenangkan. Insya Alloh sampai bertemu lagi di perjalanan berikutnya yang pastinya nggak kalah serunya. Amin J
14 Mei 2009
Ikhlas
Naif, dulu saya berpikir bahwa yang namanya hati bersih - di antaranya ditandai dengan kemampuan kita berlaku adil, sabar, jujur, ikhlas, dan teguh pendirian - hanya hinggap pada hati orang-orang yang dari sananya sudah begitu. Tapi, ternyata semua itu bisa diraih dengan usaha yang tentu tidak mudah.
Ikhlas. Kata yang mudah diucapkan tapi sulit dalam penerapannya. Ikhlas yang timbul dari hati menandakan bahwa kita sepenuhnya melakukan sesuatu dengan sukarela tanpa mengharap imbalan dari pihak lain, entah itu pujian atau materi. Jujur, saya dulu orangnya sangat tidak ikhlas. Kalau memberi suka mengungkit-ungkit; kalau ada makanan rasanya tidak ikhlas kalau harus memberi jatah lebih banyak ke orang lain; dan kalau ada pengambilan keputusan yang merugikan saya, saya seringkali ngedumel dan sakit hati. Tapi itu dulu. Bukan berarti saya sekarang sudah menjadi orang yang 100% ikhlas, tapi rasanya saya sedang berproses menuju itu. Sekarang, saya merasa jauh lebih baik dengan keadaan saya sekarang. Rasanya, beban yang harus dipikul untuk memikirkan orang lain sudah tidak ada. Saya merasa hidup lebih ringan karena tidak harus memikirkan orang lain yang "lebih" dari saya. Saya nggak bisa mengungkapkan bagaimana rasanya menjadi orang yang lebih ikhlas dari sebelumnya meskipun masih jauh dari harapan. Tapi setidaknya satu saran saya, cobalah. Tidak ada ruginya mencoba. Dijamin, hidup lebih tenang, bebas rasa gelisah ^_^
06 Mei 2009
Lupa
Lupa berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia bermakna 1. lepas dari ingatan; 2. tidak teringat; 3. tidak sadar; dan 4. lalai, tidak acuh.
Satu kata ini memiliki makna penting dalam hidup saya. Bagaimana tidak. Rasa-rasanya, banyak hal penting yang dulu rasanya mudah saya ingat, sekarang menjadi agak sulit. Sebagai gambaran, masih banyak artikel yang pernah saya baca di koran semasa kecila yang masih saya ingat. Bahkan hal sepele sekalipun. Itu dulu. Sekarang lain cerita. Kejadian awal yang membuat saya mulai menyadari hal itu adalah ketika akan menghadapi UMPTN hari kedua. Ada mata pelajaran Biologi yang harus saya hafal tapi ternyata saya sangat kesulitan untuk melakukannya. Hari berganti hari, rasanya semakin banyak yang mudah saya lupakan. Parahnya, lupa sering saya alami setelah mulai bekerja. Terkadang, ada beberapa dokumen atau hal penting yang pernah diutarakan oleh atasan tidak saya ingat, padahal itu sangat krusial untuk tim kerja. Di saat lain, beberapa barang berharga sering ketinggalan di kantor atau taksi, seperti dompet, telepon selular, atau kunci kamar kos. Terakhir, karena sering lembur, sampai lupa bayar tagihan dua kartu kredit. Meskipun tidak fatal, tapi cukup mengganggu pikiran saya. Untungnya, lupa hanya terjadi di hal-hal kecil. Alhamdulillah, penyakit lupa tidak hinggap setelah saya baca dan pelajari buku-buku.
Untuk penyakit yang satu ini, ada baiknya saya mencari solusi masalah yang satu ini. Ada yang menyarankan makan suplemen yang mengandung Ginkgo Biloba, sampai ada yang memberi usul makan Habbatussaudah (jinten hitam) yang dalam hadits Nabi saw bisa menyembuhkan penyakit. Hmm.. patut dicoba ^.^
Langganan:
Postingan (Atom)
Mengenai Saya
- Oki Jelly
- Sedikit pendiam, perfeksionis, dan ingin menebar kebaikan buat orang sekitar