16 April 2009

Scottweg a.k.a. Budi Kemuliaan

Sedihnya udah lama nggak ngeblog. Sibuk sih *klise banget alesannya ;p
Barusan baca salah satu surat kabar nasional. Ada liputan mengenai Scottweg atau Gang Scott. Berhubung saya suka baca artikel tentang latar belakang historis penamaan letak geografis. Ternyata, Scottweg itu merupakan sebuah jalan yang sekarang dikenal dengan nama Budi Kemuliaan. Jelas nama itu tidak asing, karena persis di pinggir kantor. Malahan cubicle saya menghadap ke Budi Kemuliaan.
Scottweg diambil dari nama salah satu penghuni di sudut utara jalan itu (kini berubah menjadi gedung perusahaan telekomunikasi) bernama Scott dan berkebangsaan Skotlandia. Dia merupakan seorang pengawas perdagangan opium atau candu di masanya. Hebat juga, pengawas perdagangan barang seperti itu bisa sampai diabadikan namanya.
Dalam artikel tersebut, terungkap bahwa ternyata di Scottweg sempat berdiri bangunan gereja Armenia. Sesuai namanya, memang kebanyakan jemaatnya berkebangsaan Armenia yang mayoritas menganut kristen ortodoks. Namun, bangunan gereja sudah digusur oleh proyek Bank Indonesia tahun 1964. Di jalan yang sama, ternyata sempat berdiri rumah dinas residen Batavia.
Dari foto yang disertakan, Scottweg tampak teduh, tidak mencirikan sebuah jalan di kota besar Jakarta. Seandainya saja Jakarta dan kota2 besar lainnya masih teduh seperti itu, sepertinya isu pemanasan global tidak akan terlalu bergema. Barangkali...

04 Maret 2009

Menjelajahi Wonogiri dan Sekitarnya

Wah, sayang kalau acara jalan2 2 minggu yang lalu disimpan di kepala tanpa dibagi ke orang lain.Bulan Februari lalu, tepatnya tanggal 21/2, saya dan beberapa teman kantor berangkat ke Wonogiri untuk menghadiri pernikahan mba Sundu. Niat kami ke Wonogiri bukan hanya menghadiri pernikahan, tapi juga wisata kuliner dan belanja di seputaran Solo dan Yogya. Dengan persiapan matang oleh teman2 seperti Yanfit, Myrna, dan mba Tri, akhirnya kami berangkat juga. Meskipun sempat delay, tapi rasa lelah terbayarkan dengan pesawat Airbus baru yang nyaman. Apalagi mas Pandri dan Bu Yati yang sempat dongkol karena terlambat tahu kalau penerbangannya ditunda. Yanfit yang di SMS oleh maskapai penerbangannya jam 2 dini hari itu sempat mengirimkan SMS ke teman2 yang lain. Sayangnya Bu Yati baru membaca SMS di taksi, sementara mas Pandri karena panik bangun jam 5, alhasil dia sampai sholat di taksi dan baru tahu pesawatnya delay ketika hampir tiba di bandara. Yah, senggaknya tetap ke Wonogiri juga kan :) Sekitar jam 10.00 kami tiba di bandara Adi Sutjipto, berfoto sebentar sambil menunggu mobil sewaan, lalu meluncur ke Rumah Makan Mbok Berek di dekat bandara. Pukul 10.30 kami berangkat menuju Wonogiri. Mengingatnya mepetnya waktu, supir membawa kami melintasi jalur alternatif supaya cepat sampai di Wonogiri. Tapi ternyata tempat nikahannya masih 1 jam lagi dari Wonogiri. Di jalan sudah mati gaya, ngobrol sudah, makan sudah, nyanyi sudah, tidur sudah, wah udah nggak tau lagi mau apa. Dengan energi yang tersisa karena lapar, akhirnya sekitar pukul 13.15 kami sampai di Ds. Slareng, Hargantoro, Tirtomoyo, Wonogiri. Waw.. daerah ini pertama kali kami kunjungi. Di pelosok ternyata, bahkan kata warga sana, bukit balik rumah mba Sundu sudah masuk Pacitan, Jawa Timur.Setibanya di sana, kami malah disambut pengantin yang menunggu sekitar 1 jam setelah acaranya selesai. Ya, ternyata acara sudah selesai dan mempelai menunggu kami. Lelah pasti, tapi kami langsung disuguhi makanan tradisional yang bukan main enaknya, ditemani teh manis hangat. Sambil makan kami berfoto bersama. Keceriaan meliputi kami dan keluarga mempelai. Sekitar 1 jam lamanya kami di sana. Sebelum pulang kami sholat dulu. Selesai itu, kami langsung meluncur ke Solo sekitar jam 14.30 untuk belanja batik. Tampaknya tidak terkejar ke pasar Klewer, dan nyatanya memang demikian. Akhirnya kami sempatkan mampir di Laweyan saja. Masih buka ternyata beberapa tokonya. Di sana saya mendapat satu batik yang dipilihkan Elok. Warnanya unik dan desainnya menarik. Setelah satu jam "ngubek2" Laweyan, kami ke Orion untuk beli oleh2, terutama Intip titipan bos hehe..Waktu sudah menunjukkan pukul 18.30, kami pun langsung ke Yogya untuk mengejar makan malam. Setibanya di Yogya sekitar pukul 20.00 kami langsung ke Sate Samirono di daerah Kolombo. Saya ketemu Wedang Uwuh lagi lho. Sambil bersenda gurau dan foto2 kami dengan lahapnya menikmati sate kambing yang tersaji di meja.Sekitar pukul 21.30 selesai makan kami langsung meluncur ke hotel untuk istirahat dan mandi.Keesokan harinya, kami check in pukul 05.00 pagi ke bandara. Dengan maskapai penerbangan yang sama, kami tiba di Jakarta sekitar pukul 08.00. Sekelumit perjalanan singkat kami ke Wonogiri tidak layak untuk dilupakan. Sampai jumpa di pernikahan berikutnya ^_^

16 Februari 2009

Syukuran

Alhamdulillah rencana kami untuk mengadakan acara syukuran atas apa yang telah kami peroleh selama ini bersama adik2 yatim piatu dan dhuafa di Panti Aisyiyah di bilangan Setiabudi terlaksana juga. Acara berjalan lancar. Awalnya acara diadakan sekitar jam setengah 7 malam, ba'da maghrib. Tapi ternyata teman2 menunggu saya yang masih dalam perjalanan menuju lokasi dari kantor karena lembur. Makasih ya teman2.


Sesampainya saya di sana, Andhi membuka acara dengan sepatah dua patah kata tentang maksud kami mengadakan syukuran di panti. Setelah itu, bapak pengurus menyampaikan sambutannya, dilanjutkan dengan pembacaan doa. Selesai berdoa, kami langsung makan. Sofyan pesan Hoka-hoka Bento, sementara saya pesan kue tart double chocolate cake dan cup cake. Anak2 tampak senang menikmati hidangannya, apalagi barangkali belum tentu pernah mereka makan. Bahkan masih ada yang kesulitan memakai sumpit. Oia, ada lho yang nggak makan makanannya, katanya mau dibagi dengan ibunya di rumah. Wah, terharu deh dengernya T_T


Acara makan berlangsung kurang lebih 1 jam. Selesai makan, kami berfoto bersama dan anak2 segera pulang ke rumah masing2 berhubung malam semakin larut.
Terima kasih ya teman2 atas kehadiran dan sumbangsihnya dalam menyukseskan acara sosial kita yang pertama kalinya ini. Buat Sofyan, Andhi, Yudhi, Alis, Sapto, Luki, Ihsan, Hero, Narso, semuanya deh. Makasih ya. Semoga di masa2 mendatang bisa terus berlanjut. Amin ^_^

05 Februari 2009

Yogyakarta Kota Berhati Nyaman

Kata itu yang sering saya dapati selama berkunjung ke Yogya. Ternyata itu bukan sekadar istilah semata, setidaknya itu yang saya rasakan selama 3 hari libur akhir Januari lalu. Saya awalnya tidak berniat berlibur ke Yogya, tapi setelah dibujuk teman2, juga terpikir untuk bersilaturahmi dengan pakdhe Bambang sekeluarga, dan keinginan untuk memberi kejutan pada teman, saya akhirnya secara mendadak memutuskan pergi ke sana. Senin saya putuskan pergi ke sana, hari Selasa ada teman kantor, Wulan, yang mendadak harus dinas ke Lhokseumawe. Tiket mudik ke Yogya yang dia punya pun dia tawarkan pada saya. Tanpa ragu langsung saya beli tiketnya. Pulang kantor, saya langsung meluncur ke stasiun. Selepas sholat, saya langsung naik kereta.

Setibanya di stasiun Tugu Yogya, saya minta tolong Yudhi jemput saya di sana. Saya diantar Yudhi ke rumah Pakdhe. Saya awalnya ingin memberi kejutan pada pakdhe, dan berhasil :D Kami mengobrol sampai menjelang setengah tujuh pagi. Dilanjut dengan sarapan dan mandi pagi, saya diantar pakdhe ke stasiun Tugu untuk beli tiket pulang. Awalnya saya mau pulang dengan Argo Dwipangga. Tapi ternyata habis tiketnya. Akhirnya saya ambil tiket Bima kelas Executive. Nggak disangka, ternyata harga tiketnya murah lho, cuma 190 ribu, beda dengan tiket keberangkatan saya yang sampai 350 ribu. Dari sana, saya diajak pakdhe dan budhe ke daerah Ngireng-ireng, Panggungharjo, Bantul, tepatnya di belakang ISI. Ternyata di sana ada rumah makan gudeg tradisional, namanya Sego Gudeg Nggeneng. Cara penyajiannya, makanan yang kita pengen langsung ambil ke dapurnya. Tapi ternyata waktu sampai di sana, sedang ada pengajian karena tetangga warung tadi meninggal. Dalam keadaan berkabung, mustahil warungnya buka. Karena itu, pakdhe langsung mengganti tujuan makan ke daerah lain, tepatnya di daerah Sumberagung, Jetis. Masih di Bantul. Nama warung makannya Mangut Lele Jetis.

Enaknya nggak terperi. Hehehe... Sayur2an mentahnya ada yang belum pernah saya makan atau lihat. Sekilas mirip rumput, tapi rasanya seperti daun pandan. Selepas makan kenyang di sana, saya kembali ke Yogya. Saya janjian dengan Yudhi dan Alis di Malioboro. Tapi saya sebenarnya mau memberi kejutan buat teman saya yang lagi datang dari Solo, Elok. Tanpa sepengetahuan dia, saya pergi ke Yogya di saat yang bersamaan dia pergi ke Yogya juga. Tapi ternyata dia sudah terlanjur naik Pramek ke Solo waktu saya sampai di Malioboro. Akhirnya selepas siang saya habiskan hari ngobrol2 di restoran di Malioboro Mall dan rumah Alis di dekat Alun2 Selatan. Selepas Maghrib, kami jalan ke Ngasem, makan bakmi godhog. Enaknya :D

Selesai makan, kami ke Ring Road Utara. Ada yang mau karaokean di Happy Puppy. Rasa capek karena perjalanan di kereta membuat saya nggak bersemangat karaoke, apalagi sampai jam 11 malam. Yang lebih nggak enak lagi, gimana pulang ke rumah pakdhe kalau beliau sudah tidur. Akhirnya dengan diantar teman2, saya pulang. Untung pakdhe nggak marah. Hehe..Keesokan harinya, saya ke Malioboro lagi. Dengan ditemani Yudhi, saya akhirnya ketemu dengan Elok dan temannya, Ryna, Alis, dan mas Erwin. Dari sana, kami ke arah Kaliurang untuk wisata alam. Tapi sebelumnya kami makan dulu di Boyong Kalegan. Suasananya kayak restoran saung khas Sunda. Makanannya lumayan enak, apalagi guramenya ;p


Nggak diduga, hujan lebat mengguyur. Jadinya kami nggak jadi ke Kaliurang. Sambil menunggu reda, kami ngobrol ngalor ngidul.
Hehehe... Ternyata hujan nggak berhenti2, jadinya kami nekad juga menerobos hujan. Tapi kami nggak jadi ke Kaliurang, tapi karaokean di Happy Puppy. Berhubung tiba2 saya teringat dengan janji mau diajak pergi pakdhe sekeluarga, mendadak di jalan saya batalkan acaranya. Akhirnya saya langsung pulang. Begitu selesai sholat maghrib, kami pergi ke daerah selatan. Kalau nggak salah di Suryowijayan. Makan bakmi godhog, terus minumnya wedang uwuh. Tampilannya sih ga menarik, tapi rasanya enak lho ternyata. Makan kenyang, tidur nyenyak, senangnya :D

Besoknya, saya diajak ke Bebeng, di sekitar kaki gunung Merapi. Pakdhe bilang kalau mall banyak, tapi kalau objek wisata begini cuma ada satu2nya ini. Kapan lagi pikir saya. Akhirnya kita ke sana. Di sana sempat berfoto depan Merapi dari jarak dekat. Kota Yogya terlihat di kejauhan. Pemandangannya bagus. Di sana saya sempat icip jadah tempe ditemani wedang jahe. Sebelum pulang, mampir ke rumah mbah Maridjan. Senang banget saya bisa ke sana. Kapan2 lagi ya pakdhe :)Siang hingga sore saya habiskan waktu di rumah. Kecuali sempat ke Beringharjo beli sanggul titipan mama. Selama saya ke Yogya, banyak bahan obrolan dengan pakdhe yang saya petik dan pelajari, mulai dari filosofi dan makna hidup, kesederhanaan, kebersahajaan, kebijaksanaan, dan kepasrahan pada Yang Kuasa. Makasih banget buat pakdhe atas nasihat2nya.Malam saya pulang, perjalanan serasa menyenangkan karena sudah melewati weekend dengan senang juga. Meskipun ternyata saya telat sampai Jakarta. Sampai Gambir jam 8 pagi, ternyata hujan lebat. Apalagi saya bawa sanggul sekotak besar. Jadi mau nggak mau saya antre taksi. Hampir sejam kemudian saya baru dapat taksi, langsung meluncur ke kosan, mandi secepat kilat, dan kembali lagi. Bos alhamdulillah nggak marah karena saya sudah ijin sebelumnya. Duh, nggak lagi deh pulang mepet2. Hehehe...

Yogya, kali ini dia berhasil mencuri hati saya. Nggak sampai 3 hari saya sudah mulai jatuh cinta pada Yogya, tanpa melupakan Bandung pastinya ;p

03 Februari 2009

27 Tahun Telah Terlewati

Apa yang sudah saya dapati dan alami selama 27 tahun ini? Yang jelas nggak sedikit.

Pertama, saya punya keluarga yang saya cintai, selalu mendukung saya dalam meniti hidup.
Kedua, saya punya teman2 yang bisa saya percaya, saya ajak berbagi, dan bisa memberi nasehat waktu saya melakukan kesalahan.
Ketiga, saya punya pekerjaan yang bisa membuat saya banyak belajar ilmu di luar apa yang pernah saya dapat selama ini, dengan rekan kerja yang bisa membuat saya senang, dongkol, sakit hati, atau sedih.
Keempat, saya merasakan titik balik yang luar biasa besar dalam kehidupan keagamaan saya. Yang jelas, saya merasa lebih puas dengan keadaan sekarang, banyak bersyukur karena kejadian apapun yang pernah saya alami ternyata banyak nilai yang luar biasa berharganya. Apa yang terjadi di keluarga saya, perlakuan teman2 saya dulu, atau kesulitan keuangan yang sempat melilit membuat saya lebih kuat berprinsip, nggak terseret dengan gaya hidup hedonis, dan mencoba menghargai setiap orang bagaimanapun menyebalkannya orang itu.Banyak harapan, cita2, dan keinginan yang tersemat di diri saya dalam menjalani tahun ke-28 dan seterusnya ini.
Saya yang jelas pengen nikah hehe.. Pengen naik haji pas masih muda, bisa berkarir dengan baik, punya usaha kecil2an yang bisa menopang keluarga, bisa kuliah lagi, dan segudang harapan lainnya. Semoga Alloh melancarkan langkah saya mencapai segala apa yang saya inginkan untuk mencapai ridhoNya. Amin. Makasih banyak buat keluarga dan teman2 yang sudah mendoakan saya untuk kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Selamat ulang tahun Oki yang ke-27, semoga bahagia dunia akhirat. Amin Allohumma amin :)

23 Januari 2009

Cerita2 di akhir Januari

Wah, ternyata blogging menyenangkan. Belajar menulis dengan bahasa yang baik tentu saja. Saya lakukan ini bukan tanpa tujuan. Berhubung pekerjaan saya sebagai salah satu penulis buku outlook ekonomi jangka panjang, sangat dituntut kemampuan lebih dalam menulis. Saya masih ingat pada beberapa bulan yang lalu, hasil tulisan saya mengenai analisis deskriptif industri manufaktur di Indonesia dicela bos habis2an hihihi... Katanya sih kurang terstruktur, kurang inilah itulah. Tapi dari situ saya justru terpacu untuk bisa menulis lebih baik lagi. Ternyata itu nggak mudah. Terkadang, apa yang ingin kita utarakan akan menjadi berbeda maknanya jika disusun dengan pola yang tidak teratur. Makanya, nggak mengherankan kalau bahasa di blog saya mulai baku. Semua masih dalam proses. Kelak, saya akan lebih banyak menulis sesuatu yang lebih dalam, bermakna, kalau perlu dalam bahasa Inggris ;p

Sedikit cerita tentang bulan Januari. Sekali2 menulis sesuatu yang tidak populer ah :D
Setelah kejadian gempa di Manokwari, nggak banyak peristiwa penting yang saya tau atau alami di bulan ini, kecuali saya mulai belajar model DSGE yang kata anak2 jaman sekarang lagi happening ;p Tapi kalau nggak salah baru satu negara yang pakai model DSGE untuk forecasting ekonomi dalam jangka panjang, yaitu Rep. Ceko.
Ada satu lagi. Inaugurasi Obama sebagai presiden AS ke-44. Dia juga bisa dibilang sedang happening. Demam Obama dengan segala kelebihan dan kekurangannya telah membawa asa baru bagi dunia dalam mewujudkan (kata pembukaan UUD '45 sih) ketertiban dunia, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Saya termasuk orang yang tidak banyak menaruh perhatian pada Obama. Tapi, perlu diperhatikan kebijakan luar negerinya dalam beberapa waktu ke depan, setidaknya 100 hari pertama kepemimpinannya. Bukan Obama kalau tidak membawa perubahan atau perbaikan. Pada hari pertama, dia menetapkan untuk menutup penjara Guantanamo pada tahun ini. Gebrakan apa lagi yang akan dia buat? Kita lihat saja ^_^

06 Januari 2009

Selamat Tahun Baru 1430 H dan 2009 M

Menyongsong tahun baru, saya berlibur ke Papua lagi dengan mengambil cuti selama 2 hari pada 30-31 Desember 2008. Ada hal yang sangat berkesan selama saya di sana. Mama ternyata sudah mulai menggeliat bisnis persewaan alat pestanya. Alhamdulillah. Hal itu tentu tidak didapat dengan serta merta. Diawali dengan persetujuan pengucuran kredit dari sebuah bank pemerintah terkemuka, Mama mulai membeli modal berupa mobil pengangkut barang, kursi, tenda, piring, dll. Tidak lama setelah itu, datanglah saat perayaan Natal dan Tahun Baru. Seperti yang bisa ditebak, momen perayaan ini ternyata membuat permintaan akan alat persewaan membeludak, bahkan sampai kewalahan memenuhi permintaan. Dengan gesitnya, Mama berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk bongkar dan pasang tenda. Saya salut melihat Mama di usianya yang sekarang masih gesit dan cekatan dalam bekerja. Rasanya seperti tidak ada capek2nya. Belum lagi kalau ada yang ingin dirias atau potong rambut. Jam kerja Mama rasanya menjadi jauh di atas jam kerja orang kantoran. Di sela kesibukannya itu, Mama masih sempat masak di rumah buat anak2 dan mengurus binatang piaraan yang tidak sedikit.

Di malam tahun baru, kami jalan2 keliling kota Manokwari yang gemerlap oleh kembang api dari senja sampai sekitar jam 4 dinihari. Saya bisa membayangkan berapa milyar uang yang mengalir hanya untuk membeli kembang api. Rumah saya di Reremi tergolong daerah perbukitan. Ujung timur kota di Kampung Ambon dan ujung barat kota di Wosi bisa terlihat, lengkap dengan pelabuhan, bandara, dan pusat kotanya. Malam itu, kembang api bertaburan di setiap sisi kota. Saya sangat terpesona karena tidak pernah melihat kembang api sebanyak dan selama itu, bahkan di Jakarta sekalipun. Momen itu tidak saya sia2kan. Saya mengambil video beberapa kali untuk mengabadikannya.

Setelah berlibur selama kurang lebih 9 hari, saya kembali ke Jakarta hari Sabtu pagi. Kenapa tidak Minggu? Karena harga tiket lebih mahal 1 juta. Hehehe... Saya urungkan niat pulang hari Minggu akhirnya. Ternyata ada hikmah di balik kejadian itu. Hari Minggu pagi, di tengah lelapnya tidur, saya ditelpon Mama kalau beliau sekeluarga baru merasakan gempa yang cukup kuat. Ternyata gempa berkekuatan 7,2 SR. Disusul dengan gempa berkekuatan 7,6 SR beberapa jam kemudian. Listrik sempat mati, warga di bawah mengungsi ke sekitar rumah Mama karena isu tsunami, beberapa bangunan roboh, termasuk hotel Mutiara di Sanggeng tempat saya menonton pesta kembang api di malam pergantian tahun. Tugu Selamat Datang di Wosi tidak ketinggalan. Gudang rumah eyang yang tidak jauh dari Hotel Mutiara juga roboh. Eyang putri bahkan sampai shock dan dibawa ke RSUD Manokwari sampai hari ini. Semoga beliau segera pulih seperti sedia kala. Amin. Mohon doanya ya teman2 :)

Selamat Tahun Baru ya. Semoga di tahun ini kita menjadi semakin baik dan sukses. Amin.

Mengenai Saya

Foto saya
Sedikit pendiam, perfeksionis, dan ingin menebar kebaikan buat orang sekitar